SMKN 2 Trenggalek Dorong Kreativitas dan Serapan Kerja, Target 80 Persen Lulusan Bekerja Sebelum Terima Ijazah

Trenggalek,wartaindonesia.news– SMKN 2 Trenggalek menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan pengembangan kreativitas, kebugaran fisik, hingga peningkatan keterserapan lulusan ke dunia kerja. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Sekolah SMKN 2 Trenggalek, Masrur Hanapi, dan melibatkan seluruh siswa.

Salah satu agenda utama adalah Gelar Karya yang tahun ini dikemas dengan konsep berbeda. Para siswa didorong untuk menampilkan kreativitas di luar kompetensi keahlian yang mereka pelajari di sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa menampilkan berbagai karya melalui fashion show dan passion project. Menariknya, meski SMKN 2 Trenggalek tidak memiliki jurusan tata busana, para siswa mampu merancang dan mempresentasikan karya mereka sendiri. Selain itu, sejumlah siswa juga menampilkan pertunjukan tari meskipun sekolah tidak membuka program keahlian seni pertunjukan.

Masrur Hanapi menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan otak kanan siswa yang berkaitan dengan kreativitas, kebahagiaan, dan inovasi.

“Kami ingin menumbuhkan kebahagiaan pada siswa. Dari situ akan muncul ide-ide baru dan kreativitas yang bisa menjadi peluang pekerjaan di masa depan,” ujarnya,  (8/6/2026).

Menurutnya, perkembangan dunia kerja saat ini membuka peluang yang sangat luas bagi generasi muda. Siswa tidak lagi dibatasi oleh bidang keahlian yang dipelajari di sekolah.

“Hari ini tidak ada batas bagi generasi baru. Anak-anak bisa berkreasi dan membangun profesi baru yang bahkan tidak diajarkan secara khusus di sekolah. Mereka bisa menjadi YouTuber, konsultan, atau profesi lain yang berkembang sesuai zamannya,” katanya.

Selain Gelar Karya, sekolah juga menggelar job fair yang menghadirkan 28 perusahaan dan industri besar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan serapan lulusan ke dunia kerja.

Hingga saat ini, jumlah lulusan yang telah terserap dunia kerja mencapai hampir 340 orang. Angka tersebut terus bertambah dari sebelumnya sebanyak 337 lulusan.

SMKN 2 Trenggalek menargetkan lebih dari 80 persen siswa sudah mendapatkan pekerjaan sebelum menerima ijazah kelulusan.

“Melalui job fair ini kami berharap lebih dari 80 persen anak-anak sudah diterima bekerja sebelum lulus dan sebelum menerima ijazah,” tegas Masrur.

Dalam job fair tersebut, Dinas Tenaga Kerja turut memberikan layanan pembuatan kartu pencari kerja (AK1) secara gratis serta pelatihan table manner dan informasi prospek kerja bagi para peserta.

Untuk memberikan keseimbangan antara kegiatan akademik dan dunia kerja, sekolah juga menghadirkan penyanyi dangdut Jawa Timur, Niken Salindri, sebagai hiburan bagi siswa.

Menurut pihak sekolah, suasana yang menyenangkan dapat mendorong siswa lebih kreatif dan inovatif. Karena itu, pengembangan hard skill dan soft skill menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi yang diterapkan di SMKN 2 Trenggalek.

Saat ini seluruh rangkaian kegiatan masih bersifat internal sekolah. Namun pihak sekolah membuka peluang untuk melibatkan sekolah lain pada penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.

Melalui Gelar Karya, fun run, job fair, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya, SMKN 2 Trenggalek berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga kreatif, sehat, dan mampu menciptakan peluang baru di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Kita harus menumbuhkan kebahagiaan di otak kanan. Dari situlah ide-ide baru akan lahir dan menjadi pekerjaan di masa depan,” pungkas Masrur Hanapi. (Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *